Expert Panel Discussion Road to Child Protection Policy On Travel and Tourism Sector in East Java

Hari ini, 15 Oktober 2020 bertempat di Ruang Bromo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, ALIT Indonesia, NGO yang bergerak di bidang perlindungan anak menyelenggarakan forum Diskusi Para Ahli tentang penyusunan Kebijakan Perlindungan Anak di Sektor Pariwisata. Para peserta diskusi terdiri dari:
1.    Direktur Eksekutif ALIT Indonesia, Yuliati Umrah
2.    Ketua Umum KADIN Jawa Timur, Adik Dwi Putranto
3.    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Drs Sinarto, M.Hum dan jajarannya
4.    Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa, Muhammad Yasin
5.    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependukukan, Dr Andriyanto, SH, Mkes dan jajarannya 
6.    Konsultan Hukum/Sekretaris FH Universitas Airlangga, Edward Dewaruci, SH, M.Hum
7.    Sosiolog Universitas Airlangga, Dr Toety Budirahayu, Dra., M.Si
8.    Kepala Prodi Manajemen Pemasaran Vokasi Universitas Airlangga, Edwin Fiantiano, S.Sos, M.Si
9.    Pimpinan Redaksi Kompas Jawa Timur, Agnes Sweta Pandiya
10.    Pimpinan Redaksi Jawa Pos & JTV, Abdul Rochim
11.    Pimpinan Redaksi Surya dan Tribunnews Jawa Timur, Endah Ismawati
12.    Wakil Ketua Umum PHRI Jawa Timur, Bambang J
13.    Ketua ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) Jawa Timur, Dewi Permata Sari

Diskusi berlangsung mulai pukul 9.30 pagi hingga pukul 12.30 siang, diisi dengan uraian mengenai issue terkait perlindungan anak di sector pariwisata. Diskusi dibuka dengan presentasi Road Map SECTT (Sexual Exploitation of Children in Tourism & Travel) oleh Direktur Eksekutif ALIT Indonesia, Yuliati Umrah, dilanjutkan dengan paparan dari Ketua Umum KADIN Jawa Timur tentang posisi sector industry dalam issue terkait. 

Paparan selanjutnya oleh Sosiolog Universitas Airlangga, Dr Toety Budirahayu, Dra., M.Si yang mengetengahkan tentang pentingnya payung kebijakan hukum atas issue terkait. Kepala Prodi Manajemen Pemasaran Vokasi Universitas Airlangga, Edwin Fiantiano, S.Sos, M.Si memberikan paparan mengenai mass tourism yang menjadi variable penyebab hilangnya kedaulatan budaya dan potensi wisata desa dan menjadi celah terjadinya eksploitasi seksual. Di paparan terakhir, Konsultan Hukum/Sekretaris FH Universitas Airlangga, Edward Dewaruci, SH, M.Hum menyampaikan konsep draft peraturan gubernur tentang kebijakan perlindungan anak atas eksploitasi seksual di sektor pariwisata. 

Di sela-sela paparan, seluruh peserta aktif memberikan pendapat mengenai penyusunan Kebijakan Perlindungan Anak di Jawa Timur. Berbagi data, situasi dan kondisi yang ada dari bidang masing-masing ikut mengisi diskusi. Secara general langkah penyusunan Kebijakan Perlindungan Anak akan terus dilanjutkan menjadi Pergub. Langkah selanjutnya adalah mengadakan forum lanjutan di DP3AK di awal bulan November 2020.