Pelatihan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja

Pada tanggal 30 Agustus-01 September 2019 yang lalu, para remaja ALIT berjumlah 27 orang yang berusia 15-24 tahun yang terdiri dari remaja SMA/SMK dan Mahasiswa diberi pelatihan tentang Kesehatan Reproduksi (Kespro). Tujuan dari pelatihan ini adalah agar remaja miliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, dan diharapkan remaja lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan. Materi yang disampaikan seputar pengertian kesehatan reproduksi dan seksual beserta hak-haknya, organ reproduksi dan fungsinya, menstruasi, ejakulasi, kehamilan, dan perawatan kebersihan alat reproduksi dan HIV-AIDS. Selain itu dijelaskan mengenai Penyakit Menular Seksual (PMS), pubertas, masalah-masalah mengenai kesehatan reproduksi dan seksual, serta membekali peserta dengan teknik penyampaian informasi pada teman sebaya. Materi-materi tersebut disampaikan dengan berbagai variasi metode, meliputi diskusi kelompok, studi kasus, dan ceramah. Para peserta sangat aktif dalam mengikuti pelatihan ini.

 

Selain materi tentang Kespro, para remaja ini juga diberi beberapa materi lainnya seperti memahami kekerasan dan eksploitasi seksual, cara mengambil sikap saat menghadapi masalah dengan cara cleansing negative memori, membuat poster mind map, video dan caption serta membuat target aksi kampanye Sex with child is a crime.

Para remaja menyatakan banyak mendapatkan informasi baru dari kegiatan pelatihan ini. Harapannya semoga materi tentang Kesehatan Reproduksi ini dapat tersampaikan ke seluruh masyarakat khususnya bagi para remaja. Semakin meningkatnya jumlah remaja yang melakukan hubungan seks di usia dini, berakibat pada kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit menular seksual, dan aborsi tidak aman yang dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, perlu adanya penyebaran informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual bagi para anak maupun remaja sehingga mereka dapat mengendalikan diri serta terhindar dari masalah terkait organ reproduksinya.

 

Penulis,

Rilna Parera

Program Coordinator CRP Surabaya