Kebutuhan gizi anak masih menjadi masalah di Indonesia, walaupun angka stunting di Indonesia menurun dalam beberapa tahun terakhir. Namun, data prevalensi anak pengidap penyakit kronis lainnya masih cukup tinggi. Kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi anak menjadi pertanyaan besar, bagaimana bisa anak yang sudah makan tiga kali sehari tapi masih sering terjangkit penyakit-penyakit kronis. Jagad media sosial akhir-akhir ini ramai membicarakan tentang ‘superfood’ yaitu makanan yang dianggap memiliki kandungan gizi sangat tinggi dan memberikan banyak manfaat kesehatan dalam jumlah porsi yang relatif kecil. Sayur kale merupakan salah satu ‘superfood’ yang terkenal karena kandungan 100g kale telah memenuhi kebutuhan harian vitamin A, C, dan K. Selain itu kandungan protein, zat besi, mangan, dan folat melebihi jenis sayuran lain. Dengan kandungan gizi yang fantastis dalam porsi kecil, tidak heran jika sayur kale dibanderol dengan harga tinggi berkisar Rp100.000/kg.

Walaupun superfood mengandung angka gizi yang tinggi dalam porsi kecil, tetapi tidak semua superfood mahal. Dengan kekayaan hewani dan nabati melimpah, Indonesia memiliki beberapa superfood yang tidak menguras kantong, bahkan beberapa superfood tersebut sering kita jumpai sehari-sehari. Berikut rekomendasi superfood lokal yang mudah dijumpai dan dibeli.
1.Tempe
Warga Indonesia pasti pernah mengonsumsi makanan ini setidaknya sekali seumur hidup. Tempe merupakan olahan fermentasi kacang kedelai dengan jamur Rhizopus oligosporus atau yang dikenal dengan ragi tempe. Tempe dapat langsung dikonsumsi ataupun dimasak dengan cara goreng, rebus, ataupun kukus. Sebagai sumber protein nabati, tempe juga mengandung serat, kalium, fosfor, zat besi, kalium, dan magnesium lebih tinggi dari daging ayam. Tidak kalah penting merupakan harga tempe yang lebih terjangkau dibanding sumber protein lain. Saat ini tempe tidak hanya dikenal di Indonesia, namun juga di beberapa negara karena tingginya kandungan gizi serta alternatif sumber protein bagi kaum vegetarian.
2. Daun Kelor
Tanaman yang sering tumbuh di wilayah tropis dan sub tropis ini ternyata memiliki kandungan gizi yang melimpah. Protein dan serat setara dengan kale serta kalsium dan zat besi yang ternyata lebih tinggi dari kale. Vitamin C pada kelor tujuh kali lebih tinggi dari jeruk dan vitamin A empat kali lebih tinggi dari wortel. Budidaya pohon kelor sendiri cukup mudah tanpa perlu perawatan khusus, hanya sinar matahari dan air yang cukup setiap hari. Namun, usia daun kelor setelah dipetik tidak dapat bertahan lama karena akan langsung layu dalam dua hingga tiga hari. Untuk menjaga nutrisi daun kelor, berbagai inovasi olahan daun kelor dihadirkan seperti kapsul, bubuk, dan teh daun kelor.
3. Ikan Kembung
Ikan laut satu ini terkenal dengan kandungan omega-3 yang tinggi, beberapa penelitian membuktikan bahwa kandungan omega-3 pada ikan kembung lebih tinggi dari ikan salmon. Menurut informasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dalam 100 gram ikan kembung terdapat 2,6 gram omega-3. Sedangkan dalam 100 gram salmon, hanya terdapat 1,4 gram omega-3. Omega-3 adalah salah satu jenis asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan tubuh, tetapi tidak bisa diproduksi sendiri sehingga harus diperoleh dari makanan. Omega-3 berperan penting dalam mendukung fungsi otak, meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
4. Kacang Hijau
Kacang-kacang an yang sering kita temui ini ternyata kaya akan kandungan gizi. Protein, kalsium, kalium, zat besi, dan serat yang cukup tinggi cocok bagi anak dalam masa pertumbuhan, Kesehatan darah, dan tulang. Inilah mengapa posyandu sering membagikan olahan kacang hijau kepada anak-anak. Apabila kita bandingkan dengan quinoa yang merupakan biji-biji an import, ternyata kacang hijau memiliki keunggulan pada protein, kalsium, zat besi, kalium, dan serat. Sedangkan quinoa unggul pada omega-3 dan folat untuk Kesehatan jantung dan metabolisme. Namun, perlu diingat apabila olahan kacang hijau juga perlu diperhatikan kandungan lain yang dimasukkan, seringkali kacang hijau diolah menjadi bubur ataupun sari kacang hijau dengan kandungan gula yang tinggi sehingga membahayakan kondisi tubuh apabila dikonsumsi dengan jumlah banyak.
Selain empat bahan makanan di atas, Indonesia juga memiliki superfood lain. Dari kelompok serealia dan umbi, ada singkong, ubi jalar ungu, hingga sorgum yang tidak hanya menjadi sumber energi tetapi juga kaya serat, vitamin, dan antioksidan. Pada sayuran hijau, daun singkong dan daun katuk menonjol karena kandungan proteinnya yang tinggi serta vitamin A dan C yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan imunitas. Dari kelompok kacang dan biji, kacang tanah rebus, biji labu, dan biji wijen adalah sumber protein nabati, kalsium, magnesium, dan zinc yang mudah didapat di pasar tradisional. Sementara itu, ikan lokal seperti lele, bandeng, dan teri kecil juga layak disebut superfood karena kaya protein, omega-3, dan kalsium—bahkan pada ikan teri, tulangnya bisa dimakan sehingga kandungan kalsiumnya sangat tinggi. Buah tropis seperti pisang, pepaya, dan sawo juga tidak kalah penting, karena menyumbang vitamin, serat, dan antioksidan alami.