Kalau mendengar nama ikan gabus, apa yang pertama kali terlintas di pikiran? Mungkin sebagian dari kita langsung teringat sup ikan hangat pascaoperasi atau malah terbayang wujud fisiknya yang mirip ular. Ikan air tawar dengan nama latin Channa striata ini memang punya tempat khusus di Indonesia. Di balik penampilannya yang garang, ikan gabus menyimpan keunggulan gizi luar biasa yang menjadikannya salah satu superfood lokal terbaik.
Kandungan gizi ikan gabus tergolong istimewa dengan kadar protein mencapai 16–25%, jauh melampaui ikan air tawar lainnya. Dalam 100 gram dagingnya terkandung 80 kalori lengkap dengan kalsium (170 mg), fosfor (140 mg), kalium (254 mg), zat besi, zinc, omega-3, serta Vitamin A dan B2. Kunci utama keunggulannya terletak pada albumin, jenis protein plasma darah yang diproduksi di hati. Albumin berfungsi memelihara tekanan osmotik darah dan mempercepat regenerasi sel sehingga sangat efektif membantu pemulihan luka serta mendukung pertumbuhan jaringan tubuh anak secara optimal.
Manfaat albumin makin maksimal karena didukung profil asam amino lengkap seperti glisin dan prolin untuk pembentukan kolagen, serta mineral zinc yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dari infeksi. Sayangnya, potensi gizi yang luar biasa ini sering terancam oleh pencemaran sungai. Limbah industri dan rumah tangga tak hanya menurunkan populasi gabus liar, tetapi juga merusak organ hati ikan sehingga produksi albumin menurun dan kualitas dagingnya terdegradasi.
Memahami pentingnya pemenuhan gizi anak dan menjaga potensi pangan setempat, ALIT Jember mengambil peran nyata melalui pendampingan masyarakat di Desa Karangpring. Melalui kegiatan Cooking Class, ALIT Jember memfasilitasi ruang belajar bersama bagi para orang tua, khususnya para ibu, untuk mengolah ikan gabus yang melimpah di lingkungan sekitar menjadi sajian yang lezat dan digemari anak-anak.
Kegiatan ini berfungsi sebagai laboratorium pengolahan bahan pangan. Sebanyak 8 orang ibu terlibat aktif mulai dari pengenalan bahan, diskusi potensi gizi, hingga praktik langsung mengolah Semur Ikan Gabus. Para peserta diajak mengeksplorasi variasi resep, berbagi tips menghilangkan bau amis, serta mengolah ikan agar teksturnya mudah diterima oleh anak. Pendekatan praktis ini membuktikan bahwa bahan makanan yang mudah didapat di sekitar desa bisa diubah menjadi menu keluarga yang kaya nutrisi tanpa biaya mahal.
Melalui program tersebut, ALIT Jember turut membangun kemandirian pangan dan kesadaran gizi keluarga di Desa Karangpring. Dengan menguasai keterampilan mengolah ikan gabus, para ibu kini mampu menyediakan asupan protein dan albumin berkualitas tinggi secara mandiri untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menekan risiko stunting.
Menjaga kelestarian sungai tempat ikan gabus hidup dan memanfaatkan potensinya melalui aksi edukatif seperti yang dilakukan ALIT Jember adalah kombinasi tepat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa penyelamatan lingkungan dan pemenuhan gizi anak dapat berjalan berdampingan demi masa depan generasi yang lebih sehat.