
Gianyar, 23 Juni 2025- Bali adalah salah satu destinasi wisata yang diminati oleh wisatawan mancanegara maupun domestik. Mereka berkunjung karena bali menyimpan segudang kearifan lokal, yang tidak hanya menyuguhkan keindahan panorama alam, melainkan keindahan arsitektur bangunan yang megah dan tradisi kebudayaan yang masih dilestarikan hingga saat ini, menjadi sebuah pengalaman yang tidak terlupakan ketika berwisata ke pulau Bali.
Salah satu daya tarik tersendiri ketika berkunjung ke Bali yakni melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan rajut oleh ibu-ibu Desa Tampaksiring yang terletak di Kabupaten Gianyar, yang merupakan salah satu dari sekian banyaknya kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini. Ini merupakan suatu upaya untuk mempertahankan tradisi yang harus dilestarikan dari generasi ke generasi. Mereka berharap nantinya semua perempuan Desa Tampaksiring harus bisa merajut. Adapun rajutan yang dihasilkan dari keuletan tangan ibu-ibu di Desa Tampaksiring antara lain, tas, tatakan gelas, dan lain-lain yang kemudian dipasarkan secara offline di wilayah Bali dan juga melalui platform online seperti Facebook, Instagram dan juga WhatsApp.
Tampaksiring memang dikenal sebagai Desa penghasil rajutan di Bali, hal ini dapat dilihat di sekitar area wisata Gunung Kawi, wisatawan dapat menemukan beberapa toko yang menjual hasil rajutan sekaligus dapat melihat proses merajut dan juga belajar merajut bersama ibu-ibu maupun anak muda.
Perkenalkan Winda, Remaja dampingan Alit Bali dari Desa Tampak Siring yang menekuni kerajinan tangan merajut ini. ia mengatakan bahwa, “saya senang bisa ikut terlibat secara langsung melestarikan potensi desa saya, melalui kerajinan tangan merajut”, menurutnya Keterlibatan anak muda dalam melestarikan produk potensi desa memberikan warna baru bahwa tidak semua anak muda mengasingkan diri dengan produk produk desa tetapi mereka ada dan memberikan manfaat lebih dalam promosi potensi desa sebagai desa wisata.
Disisi lain, keterampilan merajut ini bukan hanya sekedar mengisi waktu luang melainkan juga nadi kehidupan bagi sebagian keluarga yakni meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan hidup. Selain itu merajut juga merupakan salah satu produk potensi desa yang harus dilestarikan agar setiap orang yang lahir dan besar dari rahim Desa Tampaksiring tidak kehilangan identitas mereka, bahwa mereka terlahir dari kultur yang sangat kental dengan warisan tradisi dan budaya yang unik dan berbeda dari yang lain.
Dibalik gemerlap modernitas Bali dan keluar masuknya budaya asing ke wilayah Bali yang semakin Padat, serta membawa perubahan besar dalam gaya hidup masyarakat, kegiatan merajut masih tetap eksis dan menjadi bagian penting dari budaya lokal Desa Tampaksiring. Hal ini menjadi penting karena merajut memiliki nilai budaya yang mendalam serta menjadi bagian penting dari identitas Masyarakat, serta sebagai ruang untuk menciptakan kreativitas. Maka dari itu slogan “Dari Desa kita Berdaya” memberikan semangat dan warna baru untuk terus mempertahankan kearifan lokal dengan menciptakan kreativitas dan inovasi tanpa batas. (EA)