
Ladogahar, Flores – 24 Juni 2025. Puluhan anak dari Desa Ladogahar, Kabupaten Sikka, tampak antusias mengikuti kegiatan belajar bercocok tanam yang digagas oleh Yolvin, seorang mantan suster yang kini memilih mengabdikan hidupnya pada pemenuhan hak anak. Kegiatan yang diberi nama Berisik—singkatan dari Berkebun Itu Asik—berlangsung pada Selasa pagi (24/6) di lahan terbuka milik warga, di kaki pegunungan Flores Timur.
Program ini merupakan inisiatif pribadi Yolvin yang prihatin melihat minimnya ruang bermain dan belajar yang sehat dan produktif bagi anak-anak di pedesaan. Melalui Berisik, ia ingin mengajak anak-anak untuk kembali mengenal alam, belajar tentang ketahanan pangan, serta memahami proses tumbuhnya tanaman dari awal hingga panen.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan pada berbagai jenis tanaman sayur yang cocok ditanam di wilayah dataran tinggi seperti Desa Ladogahar. Mereka juga dilatih cara membuat bedengan, menanam bibit, dan merawat tanaman secara sederhana namun efektif. Semua dilakukan secara langsung di kebun agar anak-anak bisa belajar melalui pengalaman nyata.
Selain praktik bertani, kegiatan Berisik juga diselingi sesi bercerita dan diskusi ringan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan berbagi hasil bumi. Anak-anak terlihat
Menurut Yolvin, kegiatan ini akan terus dilanjutkan dan diperluas ke desa-desa lain di sekitar wilayah pegunungan Flores. Ia menekankan bahwa pembelajaran seperti ini tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak, tapi juga mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan kembali budaya gotong royong.
“Ini adalah bentuk pendidikan kontekstual yang membumi. Anak-anak tidak hanya belajar menanam sayur, tapi juga menanam nilai-nilai hidup seperti kerja sama, ketekunan, dan cinta pada alam,” tambahnya.
Kegiatan Berisik menjadi salah satu upaya kecil namun bermakna dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis lokal di desa. Di tengah tantangan perubahan zaman dan krisis lingkungan, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa harapan masih bisa tumbuh—dari tanah, dari tangan-tangan kecil yang belajar menanam, dan dari orang-orang seperti Yolvin yang tak lelah mendampingi. (MRA)