
Dewa Ayu Dyah Laksmi atau yang lebih sering disapa Laksmi, sosok inspiratif yang terlahir dari keluarga dengan kasta tinggi Dengan status sosial yang tinggi tak banyak yang menyangka bahwa ia akan berkotor tangan dan duduk bersama anak-anak untuk mengajar dan merajut harapan masa depan anak-anak desa tampaksiring.
Saat ini, Laksmi aktif sebagai staf ALIT Indonesia Cabang Bali sekaligus bekerja di kantor pemerintahan Desa Tampaksiring. Di Tengah kesibukannya yan pada ia tetap meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak dan remaja di Desa Tampaksiring, Gianyar. Bagi Laksmi, belajar itu tidak harus di kelas, bisa di kebun, di sawah, atau bahkan saat menanam bersama. “Kita belajar dari alam dan dari hidup sehari-hari,” begitu katanya.
Laksmi pertama kali bergabung dengan ALIT di tahun 2021 melalui program Dewa Dewi Ramadaya, sebuah program keren yang mengajak anak muda desa jadi duta perubahan. Selama dua tahun (2021–2023), dia mewakili Desa Tampaksiring dan aktif dalam berbagai pelatihan, kegiatan sosial, dan diskusi soal masa depan desa. Laksmi, bukanlah simbol perubahan melainkan perubahan itu sendiri, ia terjun langsung ke lapangan, membangun komunikasi dan kerja nyata bersama remaja dan anak-anak di Desa Tampaksiring
Menurutnya hal yang paling menyenangkan ialah ketika membersamai anak-anak membangun kebun kecil, kemudian belajar cara Bertani, mengenal tanaman lokal dan menjaga lingkungan dengan cara yang asyik, dengan belajar dari alam, Laksmi percaya bahwa anak-anak akan tumbuh menjadi sosok yang lebih percaya diri, cinta lingkungan dan membangun kerja sama.
Meskipun terlahir dari latar belakang sosial yang dihormati, hal ini justru tidak membuat Laksmi besar kepala, dia tidak segan-segan ikut gali tanah, bercocok tanam, atau duduk lesehan di tikar untuk ngobrol Bersama anak-anak. Bagi nya, kehormatan itu bukan soal status, tapi soal seberapa besar kita mau bantu sesama.
Cara Laksmi bekerja juga beda. Ia mengajak kolaborasi, bukan menggurui. Ia percaya semua orang bisa berkontribusi, dari petani sampai anak muda. Nilai-nilai seperti kesetaraan, keberdayaan, dan gotong royong jadi prinsip hidupnya, dan semua itu ia lakukan bukan demi tepuk tangan, tapi karena memang panggilan untuk melayani sesama.
Dewa Ayu Dyah Laksmi bukan cuma staf ALIT. Dia adalah role model untuk anak muda Bali dan Indonesia, sikapnya yang tulus dan konsisten menunjukkan bahwa siapa dan dari manapun asal kita, selalu bisa turun tangan untuk perubahan, karena masa depan desa itu tidak datang dari luar, tapi tumbuh dari dalam, dari hati orang-orang yang terpanggil untuk melayani sesama. (RA)